Senam Hamil Lancarkan Persalinan
///Normalkan Posisi Bayi Sungsang dan Lintang
Setiap wanita yang sedang hamil pastinya
menginginkan cabang bayi yang di kandungnya lahir dalam kondisi sehat dan juga
proses persalin perjalan lancar. Namun terkadan posisi bayi dalam kandung letak
lintang ataupun sungsang. Nah, cara yang bisa ladies lakukan adalah dengan
melakukan senam hamil.
Febriana, am.Keb
instruktur senam hamil RS. Hermina mengatakan Mind set orang Indonesia
yang menilai persalin merupakan detik
mengerikan dan bahkan pertaruhan nyawa. Kondisi ini menpengaruhi jiwa para ibu
yang akan melahirkan, sehingga tidak sedikit para ladies takut menghadapi
persalinan khususnya bagi ladies yang baru pertama kali.
Padehal, sambung
Febri, sebenarnya, persalinan merupakan suatu pengalaman hidup paling indah, tapi
berubah menjadi tugas biologis yang sangat berat dalam kehidupannya. Untuk itu
diperlukan persiapan bagi para ibu hamil baik rohani maupun jasmani agar
persalinan menjadi lancar. Latihan
jasmani yang paling awan dilakukan adalah senam wanita hamil.
Senam hamil ini
dilakukan berbarengan dengan banyaknya perubahan yang terjadi pada
ibu hamil seperti perubahan bentuk fisik yang terjadi yakni perubahan pada alat
genital, bertambah besarnya perut, meningkatnya hormon dan lainnya..
Karena itu,
dengan mengikuti atau melakukan senam hamil secara teratur dan intentif, maka
wanita hamil dapat menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan janin yang
dikandungnya secara optimal.
Setiap gerakan
senam hamil memiliki manfaat, lanjut
Febri, seperti merilekskan pikiran, memperlancar
peredaran darah, melatih melahirkan dan mengendorkan otot paha. Bahkan yang
lebih jauh dapat membuat posis bayi yang semula sungsang atau pun lingtang
kembali normal.
“Tumbuh kembang
seorang bayi dalam kandungan tergantung pada kondisi si ibu, karenanya ibu
hamil sangat dituntut untuk selalu
menjaga kondisi tubuh,” ucap wanita berkaca mata tersebut.
“Biasannya,
peserta senam hamil mayoritas ibu yang
berkeinginan melahirkan normal, meski tidak menutup kemungkin ingin bagi mereka (ibu hamil, red) yang akan
melahirkan secara sesar,” cetusnya.
Senam hamil
baiknya dilakukan saat usia kandangan lebih dari 28 bulan, karena usia di bawah itu sangat
beresiko dan dilakukan secara rutin minimal seminggu dua kali. Nah, untuk
gerakanpun menyesuaikan semakin baru usia kandangan, maka gerakannya pun
seringan mungkin dengan masa senam minimal 30 menit maksimal 1 jam. “Latihan
dilakukan secara teratur dan disiplin, dalam batas kemampuan fisik
ibu.,”ucapnya.
Selain itu, sebaiknya latihan
dilakukan di rumah sakit atau klinik bersalin dibawah pimpinan instruktur senam
hamil. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari resiko dan segera hentikan senam hamil apabila terjadi gejala
sesak saat senam, sakit kepala, nyeri dada, nyeri otot dan perdarahan
pervaginam.
Beberapa gerakan senam hamil
1-
Duduk bersilah dan tegak lurus memandang kedepan. Kedua
tangan mengarah kedepan dan relax sambil mengatur pernapasan. Gerakan ini dilakukan sebanyak mungkin sebagai
aktivitas sehari-hari
2-
Kemudian, sikap merangkak, jarak antara kedua tangan sama dengan jarak antara
kedua bahu, keempat anggota tubuh tegak lurus pada lantai dan badan sejajar
dengan lantai. Lakukan gerak sebagai berikut
a.
Tundukan kepala,
menunduk dan lihat perut bagian bawah dan pinggang diangkat sambil mengempiskan perut dan mengerutkan lubang dubur.
b.
Selanjutnya,
turunkan pinggang dengan mengangkat
kepala sambil melemaskan otot-otot dinding perut dan otot dasar pinggul.
Lakukan gerakan ini sebanyak delapan kali.
3-
Sikap merangkak, letakkan kepala diantara dua tangan lalu menoleh kesamping
kiri/kanan. Kemudian turunkan badan sehingga dada menyentuh kasur dengan
menggeser siku sejauh mungkin kesamping. Bertahanlah pada posisi tersebut
selama satu menit. Nah, setelah itu ditingkat menjadi 10-15 menit (tergantung
kemampuan ibu hamil). Gerakan ini untuk ibu hamil dengan posisi bayi sungsang
dan `letak lintang.
4-
Berbaring terlentang, kedua lutut dipegang oleh kedua
tangan dan relax. Lakukan gerakan ini sebagai berikut :Buka mulut secukupnya
tarik napas dalam semaksimal mungkin, kedua mulut ditutup lalu mengejang
(ngeden) seperti orang buang air besar. Tujuan untuk melantih ibu saat
mengejang (ngeden) saat akan melahirkan dan juga melatih pernapasan.
5-
Berbaring miring
ke kiri, lebih baik ke arah punggung
bayi, lutut kanan diletakkanb di bagian depan lutut kiri (lebih baik di
ganjang bantal). Lengan kanan ditekuk kedepan dan bagian lengan kiri diletakkan
di belakang badan.
Manfaat-manfaat dari gerakan diatas:
-
Melemaskan
otot-oto tubuh dan melancarkan peredara darah
-
Tubuh
merasa lebih rileks, segar dan buga
-
Mempermudah
persalinan dan menjaga kesehatan janin
Note :
Sebelum melakukan gerakan senam hamil diharuskan
untuk melakukan pemanasan, agar tubuh tidak terlalu terkejut saat melakukan
gerakan yang akan sedikit berbahaya, juga gerakan yang dilakukan harus menyesuaikan kemampuan ibu hamil dan jangan
memaksakan.
Model : Eva Diana
Fotograger : Rizky / X-presi
Lokasi : Aula RS.
Hermina Palembang
Narasi : Ardila Wahyuni