Rabu, 28 November 2012

Senam Hamil


Senam Hamil Lancarkan Persalinan
///Normalkan Posisi Bayi Sungsang dan Lintang

Setiap wanita yang sedang hamil pastinya menginginkan cabang bayi yang di kandungnya lahir dalam kondisi sehat dan juga proses persalin perjalan lancar. Namun terkadan posisi bayi dalam kandung letak lintang ataupun sungsang. Nah, cara yang bisa ladies lakukan adalah dengan melakukan senam hamil.  

Febriana, am.Keb instruktur senam hamil RS. Hermina mengatakan Mind set orang Indonesia yang menilai persalin merupakan  detik mengerikan dan bahkan pertaruhan nyawa. Kondisi ini menpengaruhi jiwa para ibu yang akan melahirkan, sehingga tidak sedikit para ladies takut menghadapi persalinan khususnya bagi ladies yang baru pertama kali.
Padehal, sambung Febri,  sebenarnya, persalinan merupakan  suatu pengalaman hidup paling indah, tapi berubah menjadi tugas biologis yang sangat berat dalam kehidupannya. Untuk itu diperlukan persiapan bagi para ibu hamil baik rohani maupun jasmani agar persalinan menjadi lancar.  Latihan jasmani yang paling awan dilakukan adalah senam wanita hamil.
Senam hamil ini dilakukan  berbarengan  dengan banyaknya perubahan yang terjadi pada ibu hamil seperti perubahan bentuk fisik yang terjadi yakni perubahan pada alat genital, bertambah besarnya perut, meningkatnya hormon dan lainnya..
Karena itu, dengan mengikuti atau melakukan senam hamil secara teratur dan intentif, maka wanita hamil dapat menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan janin yang dikandungnya secara optimal.
Setiap gerakan senam hamil  memiliki manfaat, lanjut Febri, seperti  merilekskan pikiran, memperlancar peredaran darah, melatih melahirkan dan mengendorkan otot paha. Bahkan yang lebih jauh dapat membuat posis bayi yang semula sungsang atau pun lingtang kembali normal.
“Tumbuh kembang seorang bayi dalam kandungan tergantung pada kondisi si ibu, karenanya ibu hamil sangat dituntut  untuk selalu menjaga kondisi tubuh,” ucap wanita berkaca mata tersebut.
“Biasannya, peserta senam hamil  mayoritas ibu yang berkeinginan melahirkan normal, meski tidak menutup kemungkin  ingin bagi mereka (ibu hamil, red) yang akan melahirkan secara sesar,” cetusnya.
Senam hamil baiknya dilakukan saat usia kandangan lebih dari 28 bulan, karena usia di bawah itu sangat beresiko dan dilakukan secara rutin minimal seminggu dua kali. Nah, untuk gerakanpun menyesuaikan semakin baru usia kandangan, maka gerakannya pun seringan mungkin dengan masa senam minimal 30 menit maksimal 1 jam.  “Latihan dilakukan secara teratur dan disiplin, dalam batas kemampuan fisik ibu.,”ucapnya.
Selain itu, sebaiknya latihan dilakukan di rumah sakit atau klinik bersalin dibawah pimpinan instruktur senam hamil. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari resiko dan segera  hentikan senam hamil apabila terjadi gejala sesak saat senam, sakit kepala, nyeri dada, nyeri otot dan perdarahan pervaginam.



Beberapa gerakan senam hamil

1-     Duduk bersilah dan tegak lurus memandang kedepan. Kedua tangan mengarah kedepan dan relax sambil mengatur pernapasan. Gerakan  ini dilakukan sebanyak mungkin sebagai aktivitas sehari-hari
2-     Kemudian, sikap merangkak, jarak  antara kedua tangan sama dengan jarak antara kedua bahu, keempat anggota tubuh tegak lurus pada lantai dan badan sejajar dengan lantai. Lakukan gerak sebagai berikut
a.       Tundukan kepala,  menunduk dan lihat perut bagian bawah dan pinggang  diangkat sambil mengempiskan perut dan  mengerutkan lubang dubur.
b.       Selanjutnya, turunkan pinggang dengan   mengangkat kepala sambil melemaskan otot-otot dinding perut dan otot dasar pinggul. Lakukan gerakan ini sebanyak delapan kali.
3-     Sikap merangkak, letakkan  kepala  diantara dua tangan lalu menoleh kesamping kiri/kanan. Kemudian turunkan badan sehingga dada menyentuh kasur dengan menggeser siku sejauh mungkin kesamping. Bertahanlah pada posisi tersebut selama satu menit. Nah, setelah itu ditingkat menjadi 10-15 menit (tergantung kemampuan ibu hamil). Gerakan ini untuk ibu hamil dengan posisi bayi sungsang dan `letak lintang.
4-     Berbaring terlentang, kedua lutut dipegang oleh kedua tangan dan relax. Lakukan gerakan ini sebagai berikut :Buka mulut secukupnya tarik napas dalam semaksimal mungkin, kedua mulut ditutup lalu mengejang (ngeden) seperti orang buang air besar. Tujuan untuk melantih ibu saat mengejang (ngeden) saat akan melahirkan dan juga melatih pernapasan.
5-      Berbaring miring ke kiri, lebih baik ke arah punggung  bayi, lutut kanan diletakkanb di bagian depan lutut kiri (lebih baik di ganjang bantal). Lengan kanan ditekuk kedepan dan bagian lengan kiri diletakkan di belakang badan.

Manfaat-manfaat dari gerakan diatas:
-         Melemaskan otot-oto tubuh dan melancarkan peredara darah
-         Tubuh merasa lebih rileks, segar dan buga
-         Mempermudah persalinan dan menjaga kesehatan janin


Note :
Sebelum  melakukan gerakan senam hamil diharuskan untuk melakukan pemanasan, agar tubuh tidak terlalu terkejut saat melakukan gerakan yang akan sedikit berbahaya, juga gerakan yang dilakukan harus   menyesuaikan kemampuan ibu hamil dan jangan memaksakan.


Model              : Eva Diana
Fotograger       : Rizky / X-presi
Lokasi              :  Aula RS. Hermina Palembang 
Narasi              : Ardila Wahyuni